Lelaki Ini Ketagih Viagra di Usia 30 Tahun
Tweet
Read more...
Pria Ini Kecanduan Viagra di Usia 30 Tahun (Aol.com)
Seorang pria muda buka-bukaan mengenai kebiasaan seks yang tak biasa. Daniel (30 tahun) menuturkan bahwa dirinya mengalami kecanduan viagra selama 10 tahun terakhir.
Sejak pertama kali menggunakannya di usia 20 tahun, viagra kini selalu ada sebelum melakukan hubungan seksual. Pria yang berkarier di industri musik itu mengaku bahwa pertama kali mengasup viagra saat ditawari temannya. Sejak saat itu, ia selalu mengandalkan viagra untuk menambah performa seks.
"Teman saya berkata, 'Saya punya sesuatu, minum ini'. Dan, khasiatnya benar-benar seperti yang tertera di botol. Sejak itulah saya selalu membawanya ke mana pun saya pergi," ujar Daniel.
Meski mengaku tak pernah memiliki gangguan ereksi, Daniel menuturkan, pengaruh viagra membuatnya merasa lebih nyaman dan memengaruhi hubungan seksnya.
Sejak pertama kali menggunakannya di usia 20 tahun, viagra kini selalu ada sebelum melakukan hubungan seksual. Pria yang berkarier di industri musik itu mengaku bahwa pertama kali mengasup viagra saat ditawari temannya. Sejak saat itu, ia selalu mengandalkan viagra untuk menambah performa seks.
"Teman saya berkata, 'Saya punya sesuatu, minum ini'. Dan, khasiatnya benar-benar seperti yang tertera di botol. Sejak itulah saya selalu membawanya ke mana pun saya pergi," ujar Daniel.
Meski mengaku tak pernah memiliki gangguan ereksi, Daniel menuturkan, pengaruh viagra membuatnya merasa lebih nyaman dan memengaruhi hubungan seksnya.
Menurut Daniel, ketergantungan pada viagra sangat umum di kalangan teman-teman yang juga masih berusia 20-30an.
Pakar kesehatan, Robert Hicks memperingatkan bahwa viagra adalah obat yang sangat aman yang dapat membantu banyak pria dan menyelamatkan pernikahan. Namun, meminum obat ini tanpa resep dokter berisiko dan menimbulkan efek samping.
"Masalah ereksi sangat umum bila Anda lelah, stres atau dalam pengaruh alkohol. Bagi seorang yang masih muda tanpa masalah yang serius, memiliki gaya hidup sehat, mengurangi stres, tidur cukup adalah solusi masalah ereksi," ujarnya seperti dikutipHuffington Post.
Pakar kesehatan, Robert Hicks memperingatkan bahwa viagra adalah obat yang sangat aman yang dapat membantu banyak pria dan menyelamatkan pernikahan. Namun, meminum obat ini tanpa resep dokter berisiko dan menimbulkan efek samping.
"Masalah ereksi sangat umum bila Anda lelah, stres atau dalam pengaruh alkohol. Bagi seorang yang masih muda tanpa masalah yang serius, memiliki gaya hidup sehat, mengurangi stres, tidur cukup adalah solusi masalah ereksi," ujarnya seperti dikutipHuffington Post.
"Jika Anda tak bermasalah, risiko yang ditimbulkan lebih besar ketimbang manfaatnya," tambah Hicks.
Namun, karena khawatir akan efek sampingnya, Daniel bermaksud berhenti menggunakan viagra. "Tapi dunia saya yang selalu dikelilingi banyak wanita itu sangat sulit dilakukan. Terlebih viagra selalu tersedia. Anda bisa beli online atau lewat teman-teman," ujarnya.
Saban tahun, Daniel menghabiskan lebih dari £1.000 sekitar Rp15 juta. Ini semata-mata, dirinya lakukan agar selalu menyenangkan pasangannya.
Namun, karena khawatir akan efek sampingnya, Daniel bermaksud berhenti menggunakan viagra. "Tapi dunia saya yang selalu dikelilingi banyak wanita itu sangat sulit dilakukan. Terlebih viagra selalu tersedia. Anda bisa beli online atau lewat teman-teman," ujarnya.
Saban tahun, Daniel menghabiskan lebih dari £1.000 sekitar Rp15 juta. Ini semata-mata, dirinya lakukan agar selalu menyenangkan pasangannya.
"Saya seorang pencemas. Kadang setelah minum, saya bisa mendengar detak jantung dan bisa merasakan jantung berdebar dan telinga berdenging," katanya.
Hicks menjelaskan bahwa hal yang dirasakan Daniel adalah efek samping penggunaan viagra. "Bila mengalami gangguan dalam kehidupan seksual, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Hal ini mungkin bisa disembuhkan dengan obat, konseling psikoseksual atau perubahan gaya hidup," ujar dokter itu.
* Sumber VIVAlife

