GILA GAJET II


Oh Gasak! ( Gosip Hiburan Terkini )

Carian dalam blog ini

Selasa, 27 November 2012

Tubuh Wanita ini boleh membengkak dengan tiba tiba akibat penyakit yang dihidapinya

Helen Stephens (dok. mirror.co.uk)

Wednesbury, West Midlands, Helen Stephens memiliki nama tengah 'Incredible Hulk' karena tubuhnya dapat tiba-tiba membengkak bak tokoh komik superhero Hulk. Kondisi ini disebabkan karena penyakit langka yang sangat menyakitkan.

Helen Stephens (50 tahun) menderita kondisi yang sangat langka. Hanya 1 dari 1 juta orang di dunia mengalami kondisi yang disebut stiff-person syndrome.

Saat serangan datang, otot-ototnya tiba-tiba akan membengkak, tubuhnya membeku dan bisa berakibat fatal. Baru-baru ini, ibu tiga anak ini bahkan mengalami serangan yang mengerikan. Tubuhnya 'menggelembung' hingga 31 kg selama lima jam serangan. Lehernya tampak membengkak hingga mencappai 4 inci.

Serangannya bisa berupa kejang menyiksa, yang dapat dipicu oleh suara keras atau stres. Serangan bisa datang kapan saja dan menyerang dari hitungan menit hingga berjam-jam.

Sejak pertama kali didiagnosis dengan kondisi terminal, kini ukuran pakaian Helen sudah naik menjadi dua kali lipat, dari yang awalnya 8 menjadi 16. Ruang geraknya pun makin berkurang, karena sekarang ia harus mengenakan kursi roda.

"Ketika saya mengalami serangan yang buruk, tubuh saya membengkak seperti Hulk. Saya terlihat sangat besar. Ini menghancurkan hidup saya. Otot-otot saya robek, yang berarti meningkatkan massa dan berat badan. Saya menyebut diri saya Hulk, Arnie atau Rambo. Saya seperti binaragawan," ujar Helen Stephens, yang berasal dari Wednesbury, West Midlands, seperti dilansir Mirror.co.uk, Selasa (27/11/2012).

karena kondisinya, Helen kini tak bisa makan dengan benar. Ia harus makan makanan lunak. Tubuhnya juga ditutupi jaringan bekas luka akibat otot-otot yang telah robek.

Ia selalu merasa kesakitan dan harus bergantung pada perawat atau keluarga yang membantunya.

Saat serangan datang, ia harus dengan cepat mendapat suntikan diazepam. Bila tidak, tubuhnya akan menegang dan perawatan apapun tidak akan dapat membantu karena jarum akan patah ketika mengenai ototnya yang sedang tegang.

Gejala penderitaan Helen ini dimulai dengan kejang dan masalah pada gerak setelah mengalami kecelakaan mobil 14 tahun lalu. Dokter sempat dibuat bingung dengan kondisinya, karena memang penyakit ini sangat jarang.

Sindrom yang dideritanya sering keliru dengan berbagai kondisi termasuk penyakit Parkinson. Diagnosis akhirnya diberikan pada tahun 2004 oleh tim neurologi di Birmingham City Hospital.

Dokter mengatakan dia harus menggunakan diazepam untuk mengendalikan kekakuan, nyeri dan bengkak pada otot-ototnya.

"Saya bisa mati jika obat tidak disuntikkan dalam beberapa menit. Tenggorokanku menutup, tulang rusuk kontraksi bersamaan dengan jantung saya, sehingga sulit untuk bernapas dan memompa darah," paparnya.

* Sumber detikHealth


0 Merujuk kepada perkara diatas :

Catat Ulasan

Info,Berita,Hiburan yang Hangat dari Dalam dan Luar Negeri

Terima kaSih..kerana melayari relevan Sokmo

Catatan Popular

Ikut rapat rapat

MENARIK PERHATIAN

Segala penulisan dan gambar gambar di dalam blog ini bukan lah hak sepenuh penulis..barang siapa yang mendapat kesusahan yang teruk seperti terjejas akal minda dan fikiran selepas melayari blog ini bukan lah tangunggan penulis..di atas apa jua komen yang menyentuh sensitiviti seperti memporak peranda kan kesejahteraan..penulis juga tidak akan bertanggung jawab..

Sekian Terima kaSih
original design by : relevan
modified by : relevan

  © Blogger templates The relevan Scripts Template by relevan Scripts 2010

Back to TOP